TENTANG KAMI

Liveaboard selam dan non-selam kelas dunia di Indonesia

KLM Batara Baruna menawarkan perjalanan selam dan non-selam eksklusif ke berbagai destinasi terbaik di kepulauan Indonesia, dengan kenyamanan dan pelayanan premium, baik di atas kapal maupun saat berada di dalam air.

Setiap perjalanan dipandu oleh Desy & Daniel, keluarga Belgia–Indonesia yang memadukan standar pelayanan khas Eropa dengan keramahan hangat ala Indonesia, sehingga pengalaman yang Anda rasakan terasa lebih personal.

Perpaduan ini juga tercermin dalam hidangan yang kami sajikan. Nikmati kombinasi kreatif masakan Belgia dan cita rasa khas Indonesia yang disiapkan dengan penuh perhatian.

Bergabunglah bersama kami dan rasakan petualangan yang memadukan eksplorasi, kenyamanan, dan pengalaman kuliner yang berkesan.

Misi Kami

Misi kami adalah menjelajahi jiwa kepulauan Indonesia di atas sebuah kapal yang benar-benar lahir dan menyatu dengan perairan Nusantara.

KLM Batara Baruna dibangun untuk mencerminkan kekuatan, keanggunan, dan harmoni laut—memadukan warisan maritim tradisional dengan kenyamanan modern, sehingga setiap perjalanan terasa alami, bermakna, dan memiliki keterikatan yang mendalam dengan tempat yang disinggahi.

Membangun Sebuah Kapal

Dibuat dengan Tangan, Dipandu oleh Laut

KLM Batara Baruna dibangun dengan kesabaran, keahlian, dan penghormatan terhadap tradisi. Setiap potongan kayu dipilih dengan cermat, setiap detail dibentuk oleh tangan-tangan berpengalaman yang memahami laut.

Kapal ini tidak hanya diciptakan untuk berlayar—melainkan untuk bertahan menghadapi perjalanan panjang, perubahan kondisi alam, serta ritme kehidupan yang tenang dan berkesinambungan di atas laut.

Warisan Phinisi

Phinisi merupakan warisan yang lahir dari pertemuan budaya—keahlian pelayaran Timur dan pengaruh teknik kapal Barat pada abad ke-19. Kuat, anggun, dan tak terpisahkan dari identitas Indonesia, kapal ini telah mengantarkan para pedagang, pelaut, dan penjelajah melintasi kepulauan Nusantara selama bergenerasi.

Seiring berkembangnya material dan teknologi, semangatnya tetap terjaga. KLM Batara Baruna melanjutkan kisah tersebut—menghormati tradisi sekaligus merangkul kemewahan modern.

Akar & Perairan

Asal-usul Phinisi berakar di Sulawesi Selatan, tempat para ahli pembuat kapal menyempurnakan desain lambung untuk menghadapi laut lepas dan perjalanan jarak jauh. Pengetahuan tentang keseimbangan, kecepatan, dan kekuatan diwariskan dari generasi ke generasi.

Pengetahuan yang sama kini hidup dalam KLM Batara Baruna, yang berlayar menjelajahi Komodo, Raja Ampat, Bali, Lombok, dan perairan Indonesia lainnya.


Tim di Balik Perjalanan

Para Profesional di Balik Batara Baruna

Saat memulai pembangunan KLM Batara Baruna, kami memilih orang-orang yang bekerja dengan hati, seiring dengan keahlian yang mereka miliki. Ketelitian, dedikasi, dan kerendahan hati menjadi nilai yang membimbing setiap proses pengerjaan.

Mereka memahami bahwa kapal ini akan membawa para tamu menuju tempat-tempat yang jarang dijangkau, dan kesadaran akan tanggung jawab itulah yang menjadi dasar dalam setiap detail pembangunannya.

“Kapal yang luar biasa lahir bukan semata dari bahan terbaik, melainkan dari semangat para pembuatnya.”

Terlahir dari Warisan Tradisi

Batara Baruna tidak hanya lahir dari tangan manusia, tetapi juga dari doa dan restu.

Sejalan dengan adat maritim yang telah diwariskan sejak lama, sebuah upacara pemberkatan sakral dilaksanakan selama proses pembangunannya. Melalui doa, kebersamaan dalam hidangan, dan perenungan yang khidmat, kapal ini diserahkan kepada laut dengan harapan akan perlindungan, pelayaran yang tenang, serta harmoni yang abadi.


“Konon, setiap kapal membawa jiwanya sendiri—dan jiwa Batara Baruna terpatri dari tradisi, doa, dan penghormatan terhadap laut Nusantara.”

Pada April 2026, sebuah kisah baru akan bangkit dari laut. Phinisi KLM Batara Baruna melakukan debut yang telah lama dinantikan—lahir dari tradisi, dibentuk oleh tangan-tangan terampil, dan disempurnakan oleh sentuhan elegansi modern.

Dinamai sebagai penghormatan kepada Batara Baruna, dewa laut dan hujan dalam kepercayaan Bali, kapal anggun ini membawa semangat jiwa maritim Indonesia. Dibangun dengan kesabaran dan penuh penghormatan di Tanah Beru, Bira, Bulukumba—tempat di mana pembuatan kapal bukan sekadar keahlian, melainkan jalan hidup—Batara Baruna berdiri sebagai bukti hidup harmoni antara warisan budaya, alam, dan samudra yang kelak ia jelajahi.

Scroll to Top